Showing posts with label tahun. Show all posts
Showing posts with label tahun. Show all posts

Wednesday, August 1, 2012

Pencuri Bayi 25 Tahun Lalu Dipenjara 12 Tahun

Namafb.com — Seorang wanita dihukum 12 tahun penjara lantaran menculik seorang bayi perempuan 25 tahun lalu, tepatnya 4 Agustus 1987.


Adalah Ann Pettway (50), waktu itu merasa putus asa karna berulang kali keguguran. Hingga akhirnya ia nekad. Dengan menyamar sebagai perawat, ia menculik bayi bernama Carlina White saat itu umur 19 hari di rumah sakit New York. Ia kemudian membesarkan anak tersebut hingga dewasa. Namun, kejahatannya terungkap tahun kemarin.


Dalam sidang pengadilannya, Pettway menyatakan "sangat menyesal."


"Saya di sini hari ini untuk mengaku salah," katanya dalam sebuah pernyataan singkat di ruang sidang penuh dengan anggota keluarganya dan dari keluarga White.


Tapi permintaan maaf itu tidak cukup bagi orangtua asli Carlina. Ia menceritakan penderitaannya selama 23 tahun lebih. Harapanpun datang tahun lalu, setelah anak kandungnya ditemukan kembali.


Carlina White semula curiga dengan ‘ibu’nya. Dan ia melaporkan kondisi itu pada Pusat Kehilangan dan Eksploitasi Anak Nasional Amerika. Untuk kemudian dilakukan serangkaian tes DNA. Hingga akhirnya diketahui positif Ann Pettway bukanlah ibu sebenarnya.


"Hati saya hancur berkeping-keping," kata ibu kandung Carlina, Joy White. Sementara, sang ayah, Carl Tyson, pun tampak tak terima terhadap kelakuan Pettway. "Untuk 23 tahun, Anda telah membuat kami menderita dan meletakkan batu di hati kami," katanya ditujukan pada Pettway.


Tyson mengatakan, dia pikir hukuman penjara 12 tahun dan tiga tahun masa percobaan itu terlalu ringan. "Saya ingin 23 tahun," katanya kepada wartawan di luar ruang sidang.


Sumber: APP (31 Juli 2012)


Link url sponsored :
| Gucimas Pratama |Chemigard Industry | Hostingkita | Cari Cari Rumah | Iklandays | Skyautosurf | Pembasmi Hama Rayap | Obat Anti Rayap Kayu | solusi anti rayap | Obat pembasmi Rayap | Pembasmi Hama Rayap | Alat Anti Rayap | Solusi Anti Rayap | Obat Pembasmi Rayap | | Pembasmi Hama Rayap | Cara Menghilangkan Rayap | Hama Rayap | Solusi Pembasmi Rayap | Solusi Hama Rayap | Pestisida Anti Rayap | Cara Membasmi Tikus | syafitri-gallery | Website Jamin Murah | Cari Cari Tanah | tukangs

Pencuri Bayi 25 Tahun Lalu Dipenjara 12 Tahun

Namafb.com — Seorang wanita dihukum 12 tahun penjara lantaran menculik seorang bayi perempuan 25 tahun lalu, tepatnya 4 Agustus 1987.


Adalah Ann Pettway (50), waktu itu merasa putus asa karna berulang kali keguguran. Hingga akhirnya ia nekad. Dengan menyamar sebagai perawat, ia menculik bayi bernama Carlina White saat itu umur 19 hari di rumah sakit New York. Ia kemudian membesarkan anak tersebut hingga dewasa. Namun, kejahatannya terungkap tahun kemarin.


Dalam sidang pengadilannya, Pettway menyatakan "sangat menyesal."


"Saya di sini hari ini untuk mengaku salah," katanya dalam sebuah pernyataan singkat di ruang sidang penuh dengan anggota keluarganya dan dari keluarga White.


Tapi permintaan maaf itu tidak cukup bagi orangtua asli Carlina. Ia menceritakan penderitaannya selama 23 tahun lebih. Harapanpun datang tahun lalu, setelah anak kandungnya ditemukan kembali.


Carlina White semula curiga dengan ‘ibu’nya. Dan ia melaporkan kondisi itu pada Pusat Kehilangan dan Eksploitasi Anak Nasional Amerika. Untuk kemudian dilakukan serangkaian tes DNA. Hingga akhirnya diketahui positif Ann Pettway bukanlah ibu sebenarnya.


"Hati saya hancur berkeping-keping," kata ibu kandung Carlina, Joy White. Sementara, sang ayah, Carl Tyson, pun tampak tak terima terhadap kelakuan Pettway. "Untuk 23 tahun, Anda telah membuat kami menderita dan meletakkan batu di hati kami," katanya ditujukan pada Pettway.


Tyson mengatakan, dia pikir hukuman penjara 12 tahun dan tiga tahun masa percobaan itu terlalu ringan. "Saya ingin 23 tahun," katanya kepada wartawan di luar ruang sidang.


Sumber: APP (31 Juli 2012)




Link url sponsored :
| Gucimas Pratama |Chemigard Industry | Hostingkita | Cari Cari Rumah | Iklandays | Skyautosurf | Pembasmi Hama Rayap | Obat Anti Rayap Kayu | solusi anti rayap | Obat pembasmi Rayap | Pembasmi Hama Rayap | Alat Anti Rayap | Solusi Anti Rayap | Obat Pembasmi Rayap | | Pembasmi Hama Rayap | Cara Menghilangkan Rayap | Hama Rayap | Solusi Pembasmi Rayap | Solusi Hama Rayap | Pestisida Anti Rayap | Cara Membasmi Tikus | syafitri-gallery | Website Jamin Murah | Cari Cari Tanah | tukangs

Monday, July 23, 2012

Nama-nama 200 Universitas Terbaik Tahun 2012

Inilah 200 nama-nama Universitas terbaik saat ini versi www.4icu.org, edisi Juli 2012.

Penilaian rangking berdasarkan kekuatan tiga faktor website masing masing, yaitu Google Pagerank, Alexa Traffic Rank, dan Majestic SEO.

Satu satunya universitas di Indonesia yang masuk dalam daftar ini adalah Institut Teknologi Bandung yang ada diurutan ke-82. Dan berikut selengkapnya nama nama dua ratus perguruan tinggi paling ngetop di dunia:

1. Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat
2. Stanford University di Amerika Serikat
3. Harvard University di Amerika Serikat
4. University of California, Berkeley di Amerika Serikat
5. The University of Texas at Austin di Amerika Serikat
6. Cornell University di Amerika Serikat
7. Universidad Nacional Autónoma de México di Meksiko
8. University of Michigan di Amerika Serikat
9. University of Pennsylvania di Amerika Serikat
10. University of Washington di Amerika Serikat

Daftar 200 Universitas di dunia paling populer edisi Juli 2012 selengkapnya…

View the original article here

Hosting Murah Online

Nama-nama 200 Universitas Terbaik Tahun 2012

Inilah 200 nama-nama Universitas terbaik saat ini versi www.4icu.org, edisi Juli 2012.

Penilaian rangking berdasarkan kekuatan tiga faktor website masing masing, yaitu Google Pagerank, Alexa Traffic Rank, dan Majestic SEO.

Satu satunya universitas di Indonesia yang masuk dalam daftar ini adalah Institut Teknologi Bandung yang ada diurutan ke-82. Dan berikut selengkapnya nama nama dua ratus perguruan tinggi paling ngetop di dunia:

1. Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat
2. Stanford University di Amerika Serikat
3. Harvard University di Amerika Serikat
4. University of California, Berkeley di Amerika Serikat
5. The University of Texas at Austin di Amerika Serikat
6. Cornell University di Amerika Serikat
7. Universidad Nacional Autónoma de México di Meksiko
8. University of Michigan di Amerika Serikat
9. University of Pennsylvania di Amerika Serikat
10. University of Washington di Amerika Serikat

Daftar 200 Universitas di dunia paling populer edisi Juli 2012 selengkapnya…


HostingKita

Setelah 150 tahun, Kura-kura Galapagos Ini Bakal Hidup Kembali


Setelah 150 tahun menyandang status punah, spesies kura-kura raksasa Galapagos kemungkinan besar muncul kembali. Para peneliti “menemukan” spesies yang hilang ini, yang disebut Chelonoidis elephantopus, dengan menganalisis gen spesies kerabat dekatnya, Chelonoidis becki.
Kerabat dekat itu tinggal di Pulau Isabela, pulau terbesar di Kepulauan Galapagos di Samudera Pasifik. Pulau ini terletak sekitar 322 kilometer dari Pulau Floreana Island, lokasi C. elephantopus terakhir terlihat sebelum menghilang.
Para peneliti menduga C. elephantopus punah karena diburu oleh para pemburu paus yang menjelajah di kawasan Kepulauan Galapagos sekitar 150 tahun yang lalu. Mereka menerbitkan penelitiannya dalam jurnalCurrent Biology.
Dua spesies kura-kura raksasa ini hidup di Kepulauan Galapagos. Namun, kedua spesies kura-kura, yang kita kenal dipelajari oleh Charles Darwin, memiliki bentuk tempurung berbeda.
Tempurung C. elephantopus di Pulau Floreana berbentuk pelana, sementara spesies kura-kura di pulau-pulau lainnya, termasuk C. becki, memiliki tempurung berbentuk kubah. “Kura-kura raksasa ini bisa berbobot hampir 408 kilogram dan panjangnya mencapai hampir 1,8 meter,” kata salah seorang peneliti.
Penelitian bermula ketika pada tahun 2008 para ilmuwan memperhatikan beberapa kura-kura C. becki memiliki tempurung yang berbentuk lebih mirip pelana daripada kubah, ciri khasnya selama ini. Belakangan para ilmuwan menemukan bahwa kura-kura tersebut adalah keturunan campuran (hibrida) hasil perkawinan C. becki dengan C. elephantopus.
Mereka mengambil sampel untuk analisis genetik dari 1.669 kura-kura dewasa yang tinggal di pulau itu. Sampel yang diambil sebanyak 20 persen dari total populasi kura-kura. Hasilnya, para ilmuwan menemukan beberapa potongan gen C. elephantopus di dalam populasi.
Mereka lalu menggunakan model komputer khusus untuk menganalisis bagaimana gen spesies kura-kura yang sudah punah ini memasuki populasi. “Hal itu hanya dapat terjadi saat seekor C. elephantopus hidup kawin dengan C. becki. Ini adalah bukti tidak langsung bahwa C. elephantopus masih hidup,” kata seorang ilmuwan.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa 84 dari seluruh sampel kura-kura memiliki penanda genetik yang menunjukkan salah satu orang tua mereka adalah spesies C. elephantopus. Sebanyak 30 ekor di antaranya berumur kurang dari 15 tahun. Para ilmuwan optimistis induk mereka, yakni C. elephantopus masih hidup, mengingat masa hidup kura-kura itu bisa mencapai lebih dari 100 tahun.
“Ini adalah laporan pertama dari penemuan kembali spesies dengan cara melacak rekam jejak genetik dari gen keturunan hibrida,” kata Ryan Garrick, peneliti dari Yale University, Amerika Serikat. Peneliti yang sekarang menjadi asisten profesor di University of Mississippi mengatakan temuan ini memberi nafas baru pada upaya konservasi bagi spesies-spesies yang terancam punah.
Menurut Garrick, dari perbedaan genetik di antara kura-kura hibrida, para peneliti memperkirakan setidaknya ada 38 ekor C. elephantopus tertinggal di Kepulauan Galapagos, dan banyak di antaranya yang mungkin masih hidup.
Jika dapat menemukan keberadaan populasi C. elephantopus yang tersembunyi, para peneliti bisa menangkap beberapa di antaranya untuk menjalankan program pemuliaan yang bertujuan memperbanyak anggota populasi. Mereka bahkan bisa mencoba menciptakan ulang spesies C. elephantopus dari potongan genetik yang ditemukan dalam C. becki.
“Ini bukan hanya kerja akademis,” kata peneliti Gisella Caccone dari Yale University. “Jika dapat menemukan kura-kura ini, kita dapat mengembalikan mereka ke pulau asalnya.”
Menurut Caccone, upaya konservasi kura-kura Galapagos sangat penting karena mereka adalah spesies kunci yang memegang peran penting untuk mempertahankan keseimbangan ekologis ekosistem kepulauan di Galapagos.
Dalam sejumlah spekulasi, para peneliti tidak yakin bagaimana kura-kura raksasa bisa berpindah dari Pulau Floreana ke Pulau Isabela. Mereka menduga kura-kura raksasa awalnya sengaja dibawa ke Pulau Isabela sebagai makanan, tapi kemudian sebagian di antaranya dibuang begitu saja ke laut dan ditinggalkan di pantai.
LIVESCIENCE | MAHARDIKA SATRIA HADI
HostingKita

Setelah 150 tahun, Kura-kura Galapagos Ini Bakal Hidup Kembali


Setelah 150 tahun menyandang status punah, spesies kura-kura raksasa Galapagos kemungkinan besar muncul kembali. Para peneliti “menemukan” spesies yang hilang ini, yang disebut Chelonoidis elephantopus, dengan menganalisis gen spesies kerabat dekatnya, Chelonoidis becki.
Kerabat dekat itu tinggal di Pulau Isabela, pulau terbesar di Kepulauan Galapagos di Samudera Pasifik. Pulau ini terletak sekitar 322 kilometer dari Pulau Floreana Island, lokasi C. elephantopus terakhir terlihat sebelum menghilang.
Para peneliti menduga C. elephantopus punah karena diburu oleh para pemburu paus yang menjelajah di kawasan Kepulauan Galapagos sekitar 150 tahun yang lalu. Mereka menerbitkan penelitiannya dalam jurnalCurrent Biology.
Dua spesies kura-kura raksasa ini hidup di Kepulauan Galapagos. Namun, kedua spesies kura-kura, yang kita kenal dipelajari oleh Charles Darwin, memiliki bentuk tempurung berbeda.
Tempurung C. elephantopus di Pulau Floreana berbentuk pelana, sementara spesies kura-kura di pulau-pulau lainnya, termasuk C. becki, memiliki tempurung berbentuk kubah. “Kura-kura raksasa ini bisa berbobot hampir 408 kilogram dan panjangnya mencapai hampir 1,8 meter,” kata salah seorang peneliti.
Penelitian bermula ketika pada tahun 2008 para ilmuwan memperhatikan beberapa kura-kura C. becki memiliki tempurung yang berbentuk lebih mirip pelana daripada kubah, ciri khasnya selama ini. Belakangan para ilmuwan menemukan bahwa kura-kura tersebut adalah keturunan campuran (hibrida) hasil perkawinan C. becki dengan C. elephantopus.
Mereka mengambil sampel untuk analisis genetik dari 1.669 kura-kura dewasa yang tinggal di pulau itu. Sampel yang diambil sebanyak 20 persen dari total populasi kura-kura. Hasilnya, para ilmuwan menemukan beberapa potongan gen C. elephantopus di dalam populasi.
Mereka lalu menggunakan model komputer khusus untuk menganalisis bagaimana gen spesies kura-kura yang sudah punah ini memasuki populasi. “Hal itu hanya dapat terjadi saat seekor C. elephantopus hidup kawin dengan C. becki. Ini adalah bukti tidak langsung bahwa C. elephantopus masih hidup,” kata seorang ilmuwan.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa 84 dari seluruh sampel kura-kura memiliki penanda genetik yang menunjukkan salah satu orang tua mereka adalah spesies C. elephantopus. Sebanyak 30 ekor di antaranya berumur kurang dari 15 tahun. Para ilmuwan optimistis induk mereka, yakni C. elephantopus masih hidup, mengingat masa hidup kura-kura itu bisa mencapai lebih dari 100 tahun.
“Ini adalah laporan pertama dari penemuan kembali spesies dengan cara melacak rekam jejak genetik dari gen keturunan hibrida,” kata Ryan Garrick, peneliti dari Yale University, Amerika Serikat. Peneliti yang sekarang menjadi asisten profesor di University of Mississippi mengatakan temuan ini memberi nafas baru pada upaya konservasi bagi spesies-spesies yang terancam punah.
Menurut Garrick, dari perbedaan genetik di antara kura-kura hibrida, para peneliti memperkirakan setidaknya ada 38 ekor C. elephantopus tertinggal di Kepulauan Galapagos, dan banyak di antaranya yang mungkin masih hidup.
Jika dapat menemukan keberadaan populasi C. elephantopus yang tersembunyi, para peneliti bisa menangkap beberapa di antaranya untuk menjalankan program pemuliaan yang bertujuan memperbanyak anggota populasi. Mereka bahkan bisa mencoba menciptakan ulang spesies C. elephantopus dari potongan genetik yang ditemukan dalam C. becki.
“Ini bukan hanya kerja akademis,” kata peneliti Gisella Caccone dari Yale University. “Jika dapat menemukan kura-kura ini, kita dapat mengembalikan mereka ke pulau asalnya.”
Menurut Caccone, upaya konservasi kura-kura Galapagos sangat penting karena mereka adalah spesies kunci yang memegang peran penting untuk mempertahankan keseimbangan ekologis ekosistem kepulauan di Galapagos.
Dalam sejumlah spekulasi, para peneliti tidak yakin bagaimana kura-kura raksasa bisa berpindah dari Pulau Floreana ke Pulau Isabela. Mereka menduga kura-kura raksasa awalnya sengaja dibawa ke Pulau Isabela sebagai makanan, tapi kemudian sebagian di antaranya dibuang begitu saja ke laut dan ditinggalkan di pantai.
LIVESCIENCE | MAHARDIKA SATRIA HADI
HostingKita